Rapat Teleconference Pengembangan Implementasi Sistem Pengendalian Mutu Produk Perikanan UPT PPP Pondokdadap

Pondokdadap (08/10) Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Pantai (UPT PPP) Pondokdadap mengikuti rapat teleconference untuk membahas kelanjutan dukungan pengembangan implementasi pengendalian mutu di UPT PPP Pondokdadap. Rapat teleconference ini dihadiri oleh Ditjen PDSPKP, Ditjen Perikanan Tangkap, BKIPM, BBP2HP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, dan UPT PPP Pondokdadap. Sebagai salah satu basis perikanan yang terintegrasi di Indonesia, UPT PPP Pondokdadap dipilih untuk menerima dukungan berupa program pelatihan pengendalian dan pembinaan mutu. Program tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Uni Eropa yang menargetkan para nelayan kecil dan menengah yang menangkap dan mendaratkan ikan – ikan ekonomis penting seperti Tuna,Tongkol, dan Cakalang (TTC).

 

Kegiatan dukungan ini dilakukan mengingat Uni Eropa merupakan salah satu target pasar ekspor dari produk kelautan dan perikanan Republik Indonesia yang sangat penting. Namun, pasar Uni Erope memiliki standar yang sangat tinggi dan ketat terhadap produk yang dipasarkan di wilayah mereka. Sehingga, untuk mendukung suplai produk yang memadai menuju wilayah tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan produk yang akan dikirimkan sudah memenuhi standar Uni Eropa, terutama dari segi mutu. Untuk itu, untuk memastikan mutu produk perikanan tuna sampai ke Uni Eropa, maka mata rantai produksi di wilayah penghasil produk perikanan tuna harus ditata untuk dapat mempertahankan mutu produk yang dihasilkan sampai kepada tangan konsumen.

Dalam pertemuan pendahuluan ini, UPT PPP Pondokdadap memaparkan profil dan kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian mutu produk perikanan dan kelautan yang didaratkan dan didistribusikan di UPT PPP Pondokdadap. PPP Pondokdadap, pada tahun 2019 memiliki nilai produksi sebesar 13.108 ton, dimana hampir setengahnya merupakan ikan dari jenis Tuna, Tongkol, dan Cakalang. Selain itu, kapal yang beroperasi di PPP Pondokdadap merupakan kapal yang berukuran antara 11 – 20 GT dengan alat tangkap berupa hand line dan purse seine. Untuk mendukung pengendalian mutu pada kawasan dengan potensi perikanan yang telah disebutkan di atas, UPT PPP Pondokdadap melaksanakan kegiatan pengendalian mutu, diantaranya adalah melaksanakan inspeksi pendaratan ikan, serta melakukan pelatihan dan sertifikasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (S-CPIB) dan Sertifikasi Keterampilan Penangkapan Ikan (SKPI) kepada para nelayan dana pemilik kapal. Hasil kegiatan ini menjadi bahan evaluasi tim KKP untuk menghadapi assessment Uni Eropa yang akan dilaksanakan  dalam waktu dekat.