Produksi Perikanan PPP Pondokdadap Meningkat Sebesar 60% pada Bulan Juli 2020

Pondokdadap (15/08) Produksi perikanan PPP Pondokdadap kembali mencatatkan trend yang positif menginjak akhir Bulan Juli 2020. Secara global, produksi perikanan Bulan Juli 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 60%, hampir dua kali peningkatan produksi Bulan Mei menuju Juni yang mencapai 31%. Menutup Bulan Juni 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 619.530 kg, sementara di Bulan Juli 2020, produksi perikanan meningkat pada angka  990.210 kg. Peningkatan angka produksi ikan yang didaratkan ini juga diiringi dengan peningkatan volume produksi dari beberapa jenis ikan ekonomis penting seperti cakalang, marlin dan terutama ikan tuna yang menjadi maskot UPT PPP Pondokdadap.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan pada Bulan Juli 2020 mengalami sedikit perubahan apabila dibanding dengan bulan sebelumnya. Ikan cakalang yang merajai volume produksi pada Bulan Juni 2020 kini kembali meraih posisi puncak dengan volume produksi sebesar  411,44 atau sebesar 42% dari volume produksi total. Sementara ikan albakor (Thunnus alalunga) menyusul di posisi kedua dengan volume  produksi sebesar  128,14 ton atau sebesar 13% dari total volume produksi total. Volume produksi ikan ikan tongkol (Auxis spp., Sarda spp., Euthynnus affinis) sebesar  107,77  ton membawa ikan ini berada pada posisi ketiga pada grafik produksi bulan ini. Menyusul tipis di belakangnya terdapat ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berukuran besar (>20 kg) dengan volume produksi sebesar 106,01 ton. Sementara ikan tuna berukuran kecil berada di posisi kelima dengan volume produksi sebesar 98,32 ton atau sebesar 10% dari total volume produksi disusul dengan ikan layang (Decapterus sp.) dengan volume produksi sebesar 86,92 ton atau sebesar 9% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan lemuru (Sardinella sp.) dengan volume produksi  40,33 ton (4%), serta ikan tuna mata besar, , lemadang, dan marlin dengan volume produksi berturut turut sebesar 3,75 ton, 0,4 ton, dan 5,36 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juni  2020), produksi tuna (yellowfin) di UPT PPP Pondokdadap tidak mengalami dinamika yang ekstrim, bahkan nilai peningkatan produksi tuna berada pada angka 0%, dari angka 208,4 ton di Bulan Juni menjadi 208,1 ton di Bulan Juli. Peningkatan yang sangat tajam ini juga diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Juni 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, hanya 100,84 ton (49%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Juli 2020, 106,010 (52%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa volume produksi pada hampir semua komoditas ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap mengalami peningkatan, kecuali hanya pada beberapa ikan yang justru mengalami penurunan. Dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan albakor yang mengalami peningkatan produksi sebesar 2.329%, dimana pada Bulan Juni angka produksi ikan albakor  sebesar 5,27 ton menjadi 128,14 ton di Bulan Juli. Sementara peningkatan juga teramati pada volume ikan layang, dimana produksi ikan layang pada Bulan Juni sebesar 13,1 ton mengalami peningkatan sebesar 564% menjadi 86,92 ton di Bulan Juli. Demikian pula Ikan lemadang yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 0,14 ton di Bulan Juni, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 242% menjadi 0,49 ton di Bulan Juli. Ikan tongkol juga mengalami peningkatan yang tajam dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan Juni volume produksi yang didaratkan sebesar 0,38 ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 181% menjadi sebesar 107,77 ton. Produksi ikan tuna mata besar  pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  2,02  ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 86% menjadi 3,75 ton di Bulan Juli. Demikian dengan ikan lemuru  yang sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 30,1 ton, kini menurun sebesar 34% menjadi sebesar 40,33 ton di Bulan Juli. Adapun ikan cakalang mengalami peningkatan sebesar 29%, dimana pada bulan sebelumnya, produksi ikan cakalang mencapai 319,77 ton, sementara pada bulan ini mencapai 411,44 ton.