Produksi Ikan Tuna PPP Pondokdadap Melonjak Sebesar 445% di Bulan Juni 2020

Pondokdadap (15/07) Produksi perikanan PPP Pondokdadap kembali mencatatkan trend yang positif menginjak akhir Bulan Juni 2020. Secara global, pada masa new normal ini produksi perikanan Bulan Juni 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 31%. Menutup Bulan Mei 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 472.412 kg, sementara di Bulan Juni 2020, produksi perikanan meningkat pada angka  619.530 kg. Peningkatan angka produksi ikan yang didaratkan ini juga diiringi dengan peningkatan volume produksi dari beberapa jenis ikan ekonomis penting seperti cakalang, marlin dan terutama ikan tuna yang menjadi maskot UPT PPP Pondokdadap.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan pada Bulan Juni 2020 mengalami sedikit perubahan apabila dibanding dengan bulan sebelumnya. Ikan cakalang yang merajai volume produksi pada Bulan Juni 2020 kini kembali meraih posisi puncak dengan volume produksi sebesar 319,78 atau sebesar 52% dari volume produksi total. Sementara ikan madidihang (Thunnus albacares) berukuran kecil menyusul di posisi kedua dengan volume  produksi sebesar 105,5 ton atau sebesar 17% dari total volume produksi total. Volume produksi ikan madidihang berukuran besar sebesar100,84 ton membawa ikan ni berada pada posisi ketiga pada grafik produksi bulan ini. Sementara kelompok ikan tongkol (Auxis spp., Sarda spp., Euthynnus affinis) berada di posisi keempat dengan volume produksi sebesar 38,35 ton atau sebesar 6% dari total volume produksi disusul dengan ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan volume produksi sebesar 30,11 ton atau sebesar 5% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan layang (Decapterus spp.) dengan volume produksi  13,1  ton (2%), ikan albakor(Thunnus alalunga) dengan volume produksi sebesar 5,28 ton (2%), ikan marlin (Istiophoridae) dengan volume  produksi sebesar  4,18 ton (1%), serta ikan tuna mata besar, peperek, dan, lemadang, dengan volume produksi berturut turut sebesar 2,02 ton, 0,23 ton, dan 0,14 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Mei  2020), produksi tuna (yellowfin) di UPT PPP Pondokdadap mengalami peningkatan yang sangat tajam, yakni sebesar 445%, dari angka 38,2 ton di Bulan Mei menjadi 208,4 ton di Bulan Juni. Peningkatan yang sangat tajam ini juga diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Mei 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, hanya 3,69 ton (12%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Juni 2020, 100,84 ton (49%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa volume produksi pada hampir semua komoditas ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap mengalami penurunan, kecuali hanya pada beberapa ikan ekonomis penting yang justru mengalami lonjakan. Dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan lemadang yang mengalami penurunan produksi sebesar 75%, dimana pada Bulan Mei angka produksi ikan lemadang sebesar 0,57 ton menjadi 0,14 ton di Bulan Juni. Sementara penurunan juga teramati pada volume ikan tuna mata besar, dimana produksi ikan tuna mata besar pada Bulan Mei sebesar 8,27 ton mengalami penurunan sebesar 76% menjadi 2,02 ton di Bulan Juni. Demikian pula Ikan layang yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 76,5 ton di Bulan Mei, kini mengalami penurunan produksi sebesar 83% menjadi 13,1 ton di Bulan Juni. Ikan peperek juga mengalami penurunan yang tajam dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan Mei volume produksi yang didaratkan sebesar 0,77ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 71% menjadi sebesar 0,22 ton. Produksi ikan tongkol  pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  56,58 ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 32% menjadi 38,34 ton di Bulan Juni. Demikian dengan ikan lemuru  yang sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 44,39 ton, kini menurun sebesar 32% menjadi sebesar 30,1 ton di Bulan Juni. Adapun ikan salem tidak nampak didaratkan pada Bulan Juni, dimana pada bulan sebelumnya, ikan ini memiliki volume produksi sebesar 5,81 ton.   

 

Meski penurunan nilai produksi dialami pada sebagian besar jenis ikan yang didaratkan, Beberapa jenis ikan justru mengalami lonjakan produksi yang cukup signifikan. Lonjakan paling tajam selain pada ikan tuna dapat dilihat pada produksi ikan marlin, dimana pada Bulan Mei volume produksi ikan ini hanya sebesar 1,07 ton, kini mengalami peningkatan sebesar 290% menjadi 4,18 ton di Bulan Juni. Peningkatan produksi juga dialami oleh ikan cakalang dimana pada bulan sebelumnya, produksi ikan cakalang berada pada angka 240,84 ton, sementara pada bulan ini, produksi ikan ini meningkat sebesar 33% pada angka 319,77 ton.