Menutup Bulan Mei 2020, Produksi Ikan Cakalang dan Lemuru Melonjak di PPP Pondokdadap

Pondokdadap (10/06) Produksi perikanan PPP Pondokdadap masih menunjukkan trend yang positif, meski ditengah pandemi covid-19 yang menyebabkan minimya kapal yang beroperasi di PPP Pondokdadap. Secara global, produksi perikanan Bulan Mei 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 10%. Menutup Bulan April 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 429.126 kg, sementara di Bulan Mei 2020, produksi perikanan meningkat pada angka 472.412 kg. Meskipun angka produksi tidak mengalami peningkatan yang signifikan, namun angka produksi pada beberapa jenis ikan terlihat melonjak tajam. Hal inid apat diamati pada peningkatan volume produksi ikan cakalang, lemuru, dan ikan tuna sirip kuning yang berukuran besar.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan juga mengalami perubahan jika dibanding dengan bulan sebelumnya. Jika pada Bulan April 2020 ikan layang merajai volume produksi, pada Bulan Mei 2020 ikan cakalang kembali meraih posisi puncak dengan volume produksi sebesar 240,85 atau sebesar 52% dari volume produksi total. Sementara ikan layang (Decapterus spp.) menyusul di posisi kedua dengan volume  produksi sebesar 76,54 ton atau sebesar 16% dari total volume produksi total. Kelompok ikan tongkol (Auxis spp., Sarda spp., Euthynnus affinis) berada di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 56,69  ton atau sebesar 12% dari total volume produksi disusul dengan ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan volume produksi sebesar 44,93 ton atau sebesar 9% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan madidihang (Thunnus albacares) berukuran kecil dengan volume produksi  26,26  ton (6%), ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) dengan volume produksi sebesar 8,27 ton (2%), ikan albakor (Thunnus alalunga) dengan volume  produksi sebesar  7,60 ton (2%), ikan madidihang berukuran besar dengan volumeproduksi sebesar 3,69 ton (1%), dan ikan marlin, lemadang, dan, peperek dengan volume produksi berturut turut sebesar 1,07 ton, 0,57 ton, dan 0,77 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April  2020), produksi tuna (yellowfin dan bigeye) di UPT PPP Pondokdadap mengalami penurunan sebesar 33%, dari angka 56,7 ton di Bulan April menjadi 38,2 ton di Bulan Mei. Namun penurunan ini justru diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan April 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, 0,79 ton (2%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Mei 2020, 3,69 ton (12%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

 

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa volume produksi pada hampir semua komoditas ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap mengalami penurunan. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan lemadang yang mengalami penurunan produksi sebesar 84%, dimana pada Bulan April angka produksi ikan lemadang sebesar 3,55 ton menjadi 0,57 ton di Bulan Mei. Sementara penurunan juga teramati pada volume ikan albakor, dimana produksi ikan albakor pada Bulan April sebesar 20,99 ton mengalami penurunan sebesar 787% menjadi 20,99 ton di Bulan Mei. Demikian pula Ikan layang yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 40,64 ton di Bulan April, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 64% menjadi 7,59 ton di Bulan Mei. Ikan layang juga mengalami penurunan hampir setengah dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan April volume produksi yang didaratkan sebesar 16,33 ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 47% menjadi sebesar 76,54 ton. Produksi ikan tongkol  mengalami penurunan meski tidak signifikan, dimana pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  62,85 ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 10% menjadi 56,58 ton di Bulan Mei. Demikian dengan ikan marlin yang sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 1,15 ton, kini menurun sebesar 7% menjadi sebesar 1.07 ton di Bulan Mei. Adapun ikan tenggiri tidak nampak didaratkan pada Bulan Mei, dimana pada bulan sebelumnya, ikan ini memiliki volume produksi sebesar 0,12 ton.   

Meski penurunan nilai produksi dialami pada sebagian besar jenis ikan yang didaratkan, Beberapa jenis ikan justru mengalami lonjakan produksi yang cukup signifikan, sehingga angka volume produksi bulanan PPP Pondokdadap masih dapat dipertahankan. Lonjakan paling tajam terlihat pada produksi ikan lemuru, dimana pada Bulan April volume produksi ikan ini hanya sebesar 3,03 ton, kini mengalami peningkatan sebesar 1.365% menjadi 44,39 ton di Bulan Mei. Lonjakan produksi juga dialami oleh ikan cakalang dimana pada bulan sebelumnya, produksi ikan cakalang berada pada angka 131,64 ton, sementara pada bulan ini, produksi ikan ini meningkat sebesar 83% pada angka 240,84 ton. Sementara, peningkatan produksi juga teramati pada jenis ikan salem, dimana pada Bulan April volume produksi ikan salem sebesar 3,32 ton, kini mengalami peningkatan sebesar 75% menjadi sebesar 5,81 ton.