Menutup Bulan Maret 2019, Produksi PPP Pondokdadap Meningkat 400%

Pondokdadap (03/04) Produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap kini sudah mulai memperlihatkan hasil yang positif. Setelah sebelumnya memiliki angka produksi yang nihil di Bulan Januari dan nilai produksi yang relatif rendah di Bulan Februari, pada Bulan Maret, angka produksi perikanan PPP Pondokdadap mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka produksi pada dua bulan pertama di tahun 2019 menunjukkan penurunan yang drastis. Bulan Januari dilewati oleh PPP Pondap tanpa ada kenaikan sedikitpun pada nilai produksi alias nol, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada Januari 2018 produksi PPP Pondokdadap sudah menggeliat dengan angka produksi mencapai 19,23 ton. Trend yang sama juga ditunjukkan pada bulan selanjutnya. Di Bulan Februari tahun 2018, angka produksi PPP Pondokdadap mencapai 137,99 ton, sedangkan pada bulan yang sama di tahun 2019, angka produksi PPP Pondokdadap hanya mencapai setengah dari produksi Bulan Februari 2018, yakni 69,78 ton.


Memasuki Bulan Maret 2019, trend yang berbeda mulai muncul di angka produksi PPP Pondokdadap, dimana pada akhir Bulan Maret, nilai produksi ditutup pada angka 347,89 ton, hampir 100 ton lebih rendah jika dibandingkan produksi Bulan Maret di tahun 2018 dengan nilai produksi sebesar 440,95 ton. Dengan angka produksi yang diperoleh tersebut, maka nilai produksi di PPP Pondokdadap mengalami lonjakan sebesar 400% dibandingkan dengan Bulan Februari 2019.

Produksi ikan di Bulan Maret 2019 kini didominasi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan nilai produksi sebesar 132,11 ton atau sebesar 38% dari nilai produksi di Bulan Maret. Sementara posisi kedua diduduki oleh ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan nilai produksi 85,52 ton (25%). Ikan layang (Decapterus spp.) kini menduduki peringkat tiga dengan nilai produksi sebesar 51,65 ton atau sebesar 15%. Ikan tuna (Thunnus sp.) berada di peringkat empat dengan nilai produksi sebesar 50,91 ton atau sebesar 15% dari nilai produksi. Sementara sisanya diisi oleh, ikan peperek (Leioghnatidae) dengan nilai produksi sebesar 9,91 ton (3%), ikan lemadang (Coryphaena hippurus) dengan nilai produksi 8,92 ton (2%), ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan nilai produksi 8,44 ton (2%), dan ikan lain –lain seperti marlin, dan layur  dengan nilai produksi total 406 kg (<1%).

Respond For " Menutup Bulan Maret 2019, Produksi PPP Pondokdadap Meningkat 400% "