Mengakhiri Bulan Agustus 2020, Produksi Ikan Pelagis Kecil Melonjak Tajam di UPT PPP Pondokdadap

Pondokdadap (15/09) Menutup Bulan Agustus 2020, rapor produksi UPT PPP Pondokdadap kembali menunjukkan perkembangan yang positif. Secara global, produksi perikanan Bulan Agustus 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 43%. Menutup Bulan Juli 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 990.210 kg, sementara di Bulan Agustus 2020, produksi perikanan menembus  angka 1.413.713 kg. Peningkatan produksi ini ditunjang oleh tajamnya peningkatan produksi ikan pelagis kecil, karena mulai banyak beroperasinya kapal dengan alat tangkap purse seine di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan pada Bulan Agustus 2020 mengalami banyak perubahan apabila dibanding dengan bulan sebelumnya. Ikan cakalang yang merajai volume produksi pada Bulan Juli 2020 kini digeser oleh ikan lemuru (Sardinella sp.) dengan volume produksi sebesar  417,58 ton atau sebesar 30% dari volume produksi total. Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) bergeser ke posisi kedua dengan volume  produksi sebesar  368,77 ton atau sebesar 26% dari total volume produksi total. Ikan albakor (Thunnus alalunga) menyusul di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 223,84 ron atau sebesar 16%. Menyusul tipis di belakangnya adalah ikan layang (Decapterus sp.) sebesar 217,16 ton atau sebesar 16% dari total volume produksi. Volume produksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berukuran kecil sebesar  109,38  ton membawa ikan ini berada pada posisi kelima pada grafik produksi bulan ini. Sementara volume produksi ikan tongkol (Auxis sp.) hanya mencapai 41,78 ton atau sebesar 6% dari total volume produksi disusul dengan ikan tuna sirip kuning berukuran besar dengan volume produksi sebesar 18,25 ton atau sebesar 1% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan lemadang (Coryphaena hippurus.) dengan volume produksi 1,96 ton, serta ikan marlin dan tuna mata besar dengan volume produksi berturut turut sebesar 1,77 ton dan 0,63 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juli  2020), produksi tuna (yellowfin) di UPT PPP Pondokdadap tidak mengalami dinamika yang ekstrim, bahkan nilai produksi tuna cenderung menurun sebesar 38%, dari angka 208,1 ton di Bulan Juli menjadi 128,3  ton di Bulan Juli. Penurunan angka produksi ini juga diiringi oleh penurunan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Juli 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, hanya 106,01 ton (52%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Agustus 2020, 18,25 (14%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

Selain pada jenis ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan lemuru yang mengalami lonjakan produksi tertinggi sebesar 935%, dimana pada Bulan Juli angka produksi ikan lemuru sebesar 40,33 ton menjadi 417,58 ton di Bulan Agustus. Sementara peningkatan tinggi juga teramati pada volume produksi ikan salem, dimana produksi ikan salem pada Bulan Juli sebesar 1,60 ton mengalami peningkatan sebesar 360% menjadi 7,39 ton di Bulan Agustus. Demikian pula Ikan lemadang yang pada bulan sebelumnya hanya memiliki volume produksi sebesar 0,49 ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 291% menjadi 1,92 ton di Bulan Agustus. Ikan layang juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan Juli volume produksi yang didaratkan sebesar 0,86 ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 150% menjadi sebesar 217,16 ton. Produksi ikan albakor pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  128,14  ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 75% menjadi 223,84 ton di Bulan Agustus.

Meski sebagian besar jenis ikan mengalami peningkatan volume produksi di Bulan Agustus 2020, beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan volume produksi. Beberapa ikan yang mengalami penurunan tersebut diantaranya adalah ikan cakalang, yang mengalami penurunan sebesar 10% dari angka 411,41 ton di Bulan Juli menjadi 368,77 ton di Bulan Agustus. Selanjutnya terdapat ikan tongkol yang mengalami penurunan sebesar 61% dari angka 107,77 ton di Bulan Juli menjadi 41,78 ton di Bulan Agustus. Sementara ikan marlin juga mengalami penurunan sebesar 67% dari angka 5,36 ton di Bulan Juli menuju 1,77 ton di Bulan Agustus 2020.