UPT P2SKP Pondokdadap Berencana Menyulap Kolam Dermaga menjadi Dive Spot

Dermaga pelabuhan perikanan layaknya bukanlah tempat penyelaman (dive spot) yang ideal. Sebab, perairan disekitar dermaga pelabuhan selalu dengan identik dengan airnya yang keruh, dan dipenuhi oleh sampah. Namun hal yang sebaliknya dapat diamati di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Perairan disekitar dermaga Pelabuhan Perikanan Pondokdadap cenderung jernih hingga sesekali gerombolan ikan dapat diamati dari atas dermaga. Rachmat Antoyo, Dive Master Nautica Dive Center Nusa Dua, Bali, bahkan mengaku pernah melakukan kegiatan penyelaman bawah air disekitar dermaga Pelabuhan Perikanan Pondokdadap di Tahun 2014. Dari hasil penyelamannya, Antoyo bercerita bahwa di bawah dermaga pelabuhan perikanan kondisi ikannya masih bagus dan beragam. Antoyo juga menambahkan bahwa keadaan air dengan substrat dasar lempung memang dapat menarik biota perairan dasar (makrozoobenthos) yang menjadi buruan para fotografer bawah air. Berbekal dari pengalaman tersebut, tim UPT P2SKP Pondokdadap melaksanakan survey kondisi perairan dasar kolam dermaga pada bulan Februari 2018.

Tim penyelam UPT P2SKP Pondokdadap melakukan penyelaman pada pagi hari, ketika air sedang pasang dengan kecerahan perairan yang bagus untuk melaksanakan observasi bawah air. Setelah menghabiskan sekitar 90 menit di dalam air, tim penyelam UPT P2SKP Pondokdadap mendapatkan hasil bahwa di dalam kolam dermaga pelabuhan perikanan dasar perairannya rata – rata tertutup oleh lempung dan lumut. Meski demikian, pada kawasan tersebut masih terdapat ekosistem terumbu karang dengan kondisi yang cukup bagus, dengan ikan – ikan karang dan biota dasar perairan yang cukup beragam. Pada satu titik, bahkan tim penyelam UPT P2SKP Pondokdadap menemukan kima (Tridacna sp.) yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Selain melaksanakan observasi bawah air, tim penyelam UPT P2SKP Pondokdadap juga melakukan pembersihan kolam dermaga dari sampah, yang umumnya adalah sampah hasil buangan kegiatan perikanan, seperti plastik karung, senar pancing, tali, umpan tiruan, bungkus deterjen, hingga ban bekas.

Hasil penyelaman yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa kawasan kolam Pelabuhan Perikanan Pondokdadap sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan ekowisata bawah air, namun kondisinya masih penuh dengan sampah yang sebagian besar dihasilkan oleh kegiatan perikanan. Maka untuk menyelesaikan masalah ini, UPT P2SKP Pondokdadap sepakat untuk menjadikan kolam dermaga pelabuhan menjadi area rehabilitasi terumbu karang, sesuai dengan master plan pembangunan UPT P2SKP Pondokdadap yang akan menjadikan area kolam dermaga sebagai area display kolam alam. Di dalam kawasan ini, rencananya akan ditempatkan transplantasi terumbu karang dengan media tali tambang seperti yang telah dilaksanakan di Maladewa, Florida, dan Belize, yang tingkat keberhasilan rata-ratanya mencapai 80%. Selain untuk dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dan rehabilitasi ekosistem dengan format coral garden untuk menyediakan bibit transplantasi bagi kawasan Malang Selatan, diharapkan dengan adanya kawasan rehabilitasi terumbu karang ini, nelayan juga semakin sadar untuk tidak membuang sampah dan oli, maupun membersihkan kapalnya di sekitar dermaga. Dengan demikian, konsep pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan ”Eco-Fishingport” dapat dengan perlahan diwujudkan oleh UPT P2SKP Pondokdadap.

Respond For " UPT P2SKP Pondokdadap Berencana Menyulap Kolam Dermaga menjadi Dive Spot "

Sorry, comments are closed for this post.