UPT PMP2KP Surabaya Melakukan Uji Bahan Berbahaya terhadap Produk Perikanan di PPP Pondokdadap

Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Peirkanan Pantai (UPT PPP) Pondokdadap menerima kunjungan dari UPT Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Surabaya pada Hari Selasa (16/02) silam. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan uji bahan berbahaya terhadap produk ikan segar yang dijual di lingkungan UPT PPP Pondokdadap. Adapun bahan berbahaya yang diuji diantaranya adalah formalin, boraks, dan rhodamin-b. Ketiga bahan berbahaya tersebut merupakan berbahaya yang berlaku sebagai pengawet (formalin), pengenyal (boraks), dan pewarna (rhodamin-b) yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia. Maka dari itu, petugas UPT PPP Pondokdadap dan UPT PMP2KP Surabaya melaksanakan tindakan pengujian untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan di lingkungan UPT PPP Pondokdadap terbebas dari bahan – bahan berbahaya tersebut. UPT PMP2KP sendiri adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang berada di bawah Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan (P3KP).

Kegiatan pengujian formalin, boraks, dan rhodamin-b ini dilaksanakan di laboratorium Integrated Cold Storage (ICS) UPT PPP Pondokdadap. Dalam kegiatan ini, sampel yang diuji adalah ikan segar dari jenis tuna, tongkol, dan kembung yang berasal dari Kios Ikan Nelayan (KIN) UPT PPP Pondokdadap. Adapun alat yang digunakan untuk menguji produk perikanan tersebut adalah test kit yang berfungsi untuk mengetahui keberadaan bahan berbahaya tersebut di dalam produk yang diuji. Batasan dari penggunaan test kit adalah penguji tidak dapat memastikan kadar bahan berbahaya yang ada apabila ditemukan positif. Meski demikian, uji ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menguji keberadaan bahan berbahaya secara cepat, mudah, dan praktis. Hasil pengujian dari tiap – tiap sampel produk perikanan menemukan bahwa produk ikan segar yang dipasarkan di UPT PPP Pondokdadap terbebas dari ketiga bahan berbahaya tersebut, sehingga menunjukkan bahwa ikan segar di UPT PPP Pondokdadap masih aman untuk dikonsumsi. Kedepannya, pengujian ini akan terus dilaksanakan oleh petugas mutu UPT PPP Pondokdadap yang akan terus berkoordinasi dengan UPT PMP2KP Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya UPT PPP Pondokdadap untuk mempertahankan mutu produk perikanan, dan juga menghindari digunakannya bahan – bahan berbahaya di dalam produk perikanan yang dipasarkan untuk menjamin keamanan produk hingga menuju ke tangan konsumen.