Menutup Bulan Februari 2021, Produksi Ikan Tuna Sirip Kuning Melonjak 204%

Pondokdadap (24/03) menutup Bulan Februari 2021, produksi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PPP) Pondokdadap mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Begitu pula jumlah ikan tuna yang didaratkan pada Bulan Februari 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, ikan tuna berukuran besar sudah nampak didaratkan dalam jumlah yang cukup besar. Pada Bulan Februari 2021, produksi perikanan PPP Pondokdadap mengalami peningkatan sebesar 128%, dimana sebelumnya pada Bulan Januari 2020 angka produksi ditutup pada angka sebesar 53.768 kg, kini di Bulan Februari 2020, produksi perikanan menurun pada angka 122.462 kg.

Posisi puncak pada data statistik Februari 2021 diduduki oleh mascot UPT PPP Pondokdadap, yakni ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dengan volume produksi sebesar 31,8 ton atau sebesar 26% dari volume produksi total. Berada di peringkat kedua, diisi ikan layang (Decapterus spp.) dengan volume produksi sebesar 28,71 ton atau sebesar 24% dari volume produksi total. Peringkat ketiga diisi oleh kelompok ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan volume produksi sebesar 28,3 ton atau sebesar 23% dari volume produksi. Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berada di posisi keempat dengan volume  produksi sebesar  24,36  ton atau sebesar 20% dari total volume produksi. Ikan lemadang (Coryphaenna hippurus) menyusul di posisi kelima dengan volume produksi sebesar 7.82  ton atau sebesar 6% dari total volume produksi disusul dengan ikan lemuru (Sardinella lemuru.) dengan volume produksi sebesar 1,02 ton atau sebesar 1% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan lemadang (Coryphaena hippurus) dengan volume produksi 6,26 ton (3%), Sementara produksi sisanya diisi oleh marlin dan tenggiri dengan volume produksi berturut-turut sebesar 0,25 ton dan 0,05 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Januari 2021), produksi tuna yellowfin di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 204%, dari angka 10,15 ton di Bulan Januari menjadi 31,8 ton di Bulan Februari. Kenaikan ini juga diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Januari 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, sebesar 0,11 ton (1%) ikan tuna berukuran diatas 20 kg didaratkan, sementara pada Bulan Februari 2021, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, 1,1 ton (3%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg. Pada tahun – tahun sebelumnya, umumnya tuna berukuran besar belum memasuki perairan Selatan Malanng di Bulan Februari, namun pengecualian pada tahun ini, pada Bulan Februari tuna berukuran besar justru banyak tertangkap di Perairan Selatan Malang.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa terjadi beberapa peningkatan pada volume produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami peningkatan produksi sebesar 351%, dimana pada Bulan Januari angka produksi ikan cakalang sebesar 5,3 ton menjadi 24,3 ton di Bulan Februari. Sementara peningkatan  yang paling tajam dialami oleh ikan tongkol, dimana produksi ikan tongkol pada Bulan Januari sebesar 3,7  ton mengalami peningkatan sebesar 662% menjadi 28,3 ton di Bulan Februari. Demikian pula Ikan layang yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 8,3 ton di Bulan Januari, kini mengalami peningkagtan produksi sebesar 244% menjadi 28,7  ton di Bulan Februari. Sementara ikan lemadang  yang pada bulan Januari memiliki volume produksi sebesar 2,9 ton, kini mengalami peningkagtan produksi sebesar 164% menjadi 7,8  ton di Bulan Februari. Ikan Marlin dan Tenggiri yang tidak muncul pada data statistik hasil perikanan di Bulan Januari, kini terlihat didaratkan di UPT PPP Pondokdadap pada Bulan Februari.

 

DIbalik peningkatan angka produksi pada beberapa jenis ikan yang terjadi, terdapat terdapaat penurunan volume produksi ikan lemuru di Bulan Februari, dimana ikan lemjuru mengalami penurunan sebesar 96% dari angka 22,8 ton di Bulan Januari menjadi 1 ton di Bulan Februari. Sementara ikan tunamata besar yang didaratkan di Bulan Januari, kini tidak Nampak didaratkan di Bulan Februari.