Memasuki Akhir Musim Penangkapan Ikan, Produksi Perikanan UPT PPP Pondokdadap di Bulan Oktober Menurun 2%

Pondokdadap (03/11) Menutup Bulan Oktober 2020, produksi UPT PPP Pondokdadap menunjukkan penurunan produksi. Penurunan produksi ini dikarenakan kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan, sekaligus menandakan memasuki akhir musim penangkapan ikan di tahun ini. Secara global, produksi perikanan Bulan Oktober 2020 menunjukkan penurunan sebesar 2%. Menutup Bulan September 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 1,760,859  kg, sementara di Bulan Oktober 2020, produksi perikanan menembus  angka 1,725,672 kg. Banyaknya kapal yang tidak melakukan operasi penangkapan ikan diduga menjadi penyebab menurunnya volume produksi perikanan yang didaratkan di UPT PPP Pondokdadap di bulan ini.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan pada Bulan Oktober 2020 tidak mengalami banyak perubahan apabila dibanding dengan bulan sebelumnya. Ikan lemuru (Sardinella sp.) yang merajai volume produksi pada Bulan September 2020, pada bulan ini tetap mendominasi dengan volume produksi sebesar 513,18 ton atau sebesar 30% dari volume produksi total. Sementara ikan layang (Decapterus spp.) bergeser ke posisi kedua dengan volume  produksi sebesar  409,9 ton atau sebesar 24% dari total volume produksi total. Ikan tongkol (Auxis sp.) menyusul di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 318,88 ton atau sebesar 18%. Menyusul tipis di belakangnya adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebesar  269,18  ton atau sebesar 16% dari total volume produksi. Volume produksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berukuran kecil sebesar  103,22 (6%)  ton membawa ikan ini berada pada posisi keempat pada grafik produksi bulan ini. Sementara volume produksi ikan albakor (Thunnus alalunga) hanya mencapai 82,36 ton atau sebesar 5% dari total volume produksi disusul dengan ikan madidihang berukuran besar dengan volume produksi sebesar 16,12 ton atau sebesar 1% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan lemadang dan marlin dengan volume produksi berturut turut sebesar 1,81 ton, dan 0,77 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (September  2020), produksi tuna (yellowfin) di UPT PPP Pondokdadap tidak mengalami dinamika yang ekstrim. Bahkan, nilai produksi tuna cenderung menurun sebesar 15%, dari angka 141,1 ton di Bulan September menjadi  119,4 ton di Bulan Oktober. Penurunan angka produksi ini juga diiringi oleh penurunan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan September 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, hanya 28,85 ton (20%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Oktober 2020, 16,12 ton (14%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

Selain pada jenis ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan ekor merah yang mengalami penurunan produksi tertinggi sebesar 80%, dimana pada Bulan September angka produksi ikan ekor merah sebesar 54,52 ton menjadi 10,2 ton di Bulan Oktober. Sementara penurunan yang tinggi juga teramati pada volume produksi ikan albakor, dimana produksi ikan albakor pada Bulan September sebesar 248,06 ton mengalami peningkatan sebesar 67% menjadi 82,36 ton di Bulan Oktober. Demikian pula Ikan marlin yang pada bulan sebelumnya hanya memiliki volume produksi sebesar 1,56 ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 51% menjadi 0,77 ton di Bulan Oktober. Ikan lemadang juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan September volume produksi yang didaratkan sebesar 2,61 ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 31% menjadi sebesar 1,81 ton. Produksi ikan cakalang pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  371,16  ton, kini mengalami penurunan produksi sebesar 27% menjadi 269,18 ton di Bulan Oktober. Adapun produksi ikan lemuru mengalami penurunan sebesar 20% dimana pada Bulan September memiliki angka produksi sebesar 641,9 ton, sementara pada Bulan Oktober menurun menjadi sebesar 513,18 ton.

Meski sebagian besar jenis ikan mengalami penurunan volume produksi di Bulan Oktober 2020, beberapa jenis ikan justru mengalami peningkatan volume produksi. Beberapa ikan yang mengalami peningkatan tersebut diantaranya adalah ikan tongkol, yang mengalami peningkatan sebesar 511% dari angka 52,16 ton di Bulan September menjadi 318,88  ton di Bulan Oktober. Selanjutnya terdapat ikan layang yang mengalami peningkatan sebesar 80% dari angka 227,67 ton di Bulan September menjadi 409,9 ton di Bulan Oktober.