Geliat Produksi Awal Tahun 2021, Jenis Ikan Pelagis Kecil Mendominasi Produksi Perikanan PPP Pondokdadap

Pondokdadap (08/02) Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, Bulan Januari merupakan waktu dimana angka produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap sedang menurun. Penurunan produksi perikanan ini disebabkan oleh faktor musim, dimana pada awal tahun, musim penghujan sering mengakibatkan cuaca buruk di perairan lepas, sehingga kebanyakan nelayan mengurungkan niat untuk pergi melaut. Produksi perikanan di PPP Pondokdadap umumnya kembali memulih mendekati Bulan April, dimana cuaca mereda di penghujung musim hujan.

Pada Bulan Januari di tahun ini, angka produksi perikanan PPP Pondokdadap menunjukkan adanya aktivitas produksi meskipun sedikit, dengan hasil produksi didominasi oleh kapal purse seine yang mencari ikan di perairan inshore dengan system one-day fishing. Volume produksi perikanan yang didaratkan hingga tanggal 31 Januari 2020 sendiri mencapai  53.768 Kg dengan nilai produksi perikanan mencapai Rp. 314.237.500,00.

Jenis Ikan lemuru (Sardinella sp.) mendominasi grafik produksi dengan volume produksi mencapai 22.83 ton atau sebesar 42% dari volume produksi total. Sementara posisi kedua diduduki oleh ikan madidihang (Thunnus albacares) berukuran kurang dari 10 kg dengan volume produksi mencapai 10.34 ton atau sebesar 19% dari volume produksi total. Menyusul dibelakangnya adala ikan layang (Decapterus sp.) dengan volume produksi mencapai 8.34 ton atau sebesar 16% dari volume produksi total. Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) memiliki porsi volume produksi sebesar 10% dari volume produksi total dengan angka volume produksi sebesar 5.40 ton. Ikan tongkol (Auxis sp.) hanya mendarat sebesar 3.72 ton (7%), sementara ikan lemadang (Coryphaena hippurus) mendarat sebesar 2,96 ton (6%). Adapun ikan madidihang berukuran besar dan ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) memiliki porsi sebesar kurang dari 1% dengan volume produksi secara berurutan sebesar 0.11 ton dan 0.7 ton.