Bulan September 2020, Ikan Pelagis Kecil Mendominasi Produksi Perikanan di UPT PPP Pondokdadap

Pondokdadap (31/10) Menutup Bulan September 2020, produksi UPT PPP Pondokdadap kembali menunjukkan perkembangan yang positif. Secara global, produksi perikanan Bulan September 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 25%. Menutup Bulan Agustus 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 1.413.713  kg, sementara di Bulan September 2020, produksi perikanan menembus  angka 1,760,859 kg. Banyaknya kapal dengan alat tangkap purse seine yang beroperasi belakangan ini menyebabkan ikan pelagis kembali mendominasi volume produksi perikanan yang didaratkan di UPT PPP Pondokdadap.

Grafik komposisi jenis ikan yang didaratkan pada Bulan September 2020 tidak mengalami banyak perubahan apabila dibanding dengan bulan sebelumnya. Ikan lemuru (Sardinella sp.) yang merajai volume produksi pada Bulan Agustus 2020, pada bulan ini tetap mendominasi dengan volume produksi sebesar 641,9 ton atau sebesar 37% dari volume produksi total. Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) bergeser ke posisi kedua dengan volume  produksi sebesar  371,17 ton atau sebesar 21% dari total volume produksi total. Ikan albakor (Thunnus alalunga) menyusul di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar  248,06 ton atau sebesar 14%. Menyusul tipis di belakangnya adalah ikan layang (Decapterus sp.) sebesar  227,67  ton atau sebesar 13% dari total volume produksi. Volume produksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berukuran kecil sebesar  112,2  ton membawa ikan ini berada pada posisi kelima pada grafik produksi bulan ini. Sementara volume produksi ikan ekor merah (Decapterus tabl) hanya mencapai 54,52 ton atau sebesar 3% dari total volume produksi disusul dengan ikan tongkol (Auxis sp.) dengan volume produksi sebesar 52,16 ton atau sebesar 3% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan tuna berukuran besar dengan volume produksi 28,85 ton, serta ikan layur, peperek, marlin, lemadang, dan salem besar dengan volume produksi berturut turut sebesar 14,86 ton, 5,17 ton, 1,56 ton, 2,61 ton dan 0,73 ton (<1%).

perkembangan yang positif. Secara global, produksi perikanan Bulan September 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 25%. Menutup Bulan Agustus 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap berada pada angka 1.413.713  kg, sementara di Bulan September 2020, produksi perikanan menembus  angka 1,760,859 kg. Banyaknya kapal dengan alat tangkap purse seine yang beroperasi belakangan ini menyebabkan ikan pelagis kembali mendominasi volume produksi perikanan yang didaratkan di UPT PPP Pondokdadap.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Agustus  2020), produksi tuna (yellowfin) di UPT PPP Pondokdadap tidak mengalami dinamika yang ekstrim. Namun, nilai produksi tuna cenderung meningkat sebesar 10%, dari angka 128,3 ton di Bulan Agustus menjadi 141,1  ton di Bulan September. Peningkatan angka produksi ini juga diiringi oleh peningkatan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Agustus 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, hanya 18,25 ton (14%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan September 2020, 28,85 (20%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg.

Selain pada jenis ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan ekor merah yang mengalami lonjakan produksi tertinggi sebesar 3742%, dimana pada Bulan Agustus angka produksi ikan ekor merah sebesar 1,41 ton menjadi 54,52 ton di Bulan September. Sementara peningkatan yang tinggi juga teramati pada volume produksi ikan layur, dimana produksi ikan layur pada Bulan Agustus sebesar 1,48 ton mengalami peningkatan sebesar 900% menjadi 14,86 ton di Bulan September. Demikian pula Ikan peperek yang pada bulan sebelumnya hanya memiliki volume produksi sebesar 2,29 ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 126% menjadi 5,17 ton di Bulan September. Ikan lemuru juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari angka produksi di bulan sebelumnya, dimana pada bulan Agustus volume produksi yang didaratkan sebesar 417,58 ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 54% menjadi sebesar 641,9 ton. Produksi ikan lemadang pada bulan sebelumnya memiliki produksi sebesar  1,92  ton, kini mengalami peningkatan produksi sebesar 36% menjadi 2,861ton di Bulan September. Adapaun produksi ikan tongkol mengalami peningkatan sebesar 25% dimana pada Bulan Agustus memiliki angka produksi sebesar 41,78 ton, sementara pada Bulan September meningkat menjadi sebesar 52,16 ton. Peningkatan produksi juga dialami oleh ikan albakor dan layang meski tidak cukup signifikan, yakni secara berturu – turut sebesar 10% dan 5%.

Meski sebagian besar jenis ikan mengalami peningkatan volume produksi di Bulan September 2020, beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan volume produksi. Beberapa ikan yang mengalami penurunan tersebut diantaranya adalah ikan salem, yang mengalami penurunan sebesar 99% dari angka 7,39 ton di Bulan Agustus menjadi 0,73  ton di Bulan September. Selanjutnya terdapat ikan marlin yang mengalami penurunan sebesar 12% dari angka 1,77 ton di Bulan Agustus menjadi 1,756 ton di Bulan September. Sementara ikan tuna mata besar tidak terlihat didaratkan di Bulan September 2020.