Bulan Juli 2021, Produksi Ikan Tuna Sirip Kuning Meningkat 123%

Pondokdadap (06/08) menutup Bulan Juli 2021, produksi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PPP) Pondokdadap secara global mengalami seidkit penurunan. Meski demikian, jumlah ikan tuna yang didaratkan pada Bulan Juli 2021 mengalami sedikit penurunan. Namun, jumlah ikan tuna berukuran besar yang didaratkan selama Bulan Juli justru mengalami peningkatan. Pada Bulan Juli 2021, produksi perikanan PPP Pondokdadap scara global mengalami penurunan sebesar 20%, dimana sebelumnya pada Bulan Juni 2021 angka produksi ditutup pada angka sebesar 1.598.033 kg, kini di Bulan Juli 2021, produksi perikanan meningkat pada angka  1.273.268 kg.

Posisi puncak pada data statistik Juli 2021 diduduki oleh ikan albakor (Thunnus alalunga) dengan volume produksi sebesar 427,36  ton atau sebesar 34% dari volume produksi total. Berada di peringkat kedua, diisi oleh maskot UPT PPPP Pondokdada, yakni ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berukuran >20 kg dengan volume produksi sebesar 342,64 ton atau sebesar 27%  dari volume produksi total. Peringkat ketiga diisi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan volume produksi sebesar 236,89  ton atau sebesar 19%  dari volume produksi. Sementara kelompok ikan tongkol (Euthynnus sp., Auxis sp., dan Sarda sp.) menyusul di posisi keempat dengan volume produksi sebesar  92,32 ton atau sebesar 7% dari total volume produksi. Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) menyusul di posisi kelima dengan volume produksi sebesar 87,79  ton atau sebesar 7% dari total volume produksi disusul dengan ikan tuna sirip kuning berukuran <20 kg dengan volume produksi sebesar 51,76 ton atau sebesar 4% dari total volume produksi. Sementara produksi sisanya diisi oleh lemuru, marlin, layang, dan lemadang, dengan volume produksi berturut-turut sebesar 13,38 ton, 17,01 ton, 3,30 ton, dan 0,81 ton (<5%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juni 2021), produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami peningkatan sebesar 6%, dari angka 291,1 ton di Bulan Juni menjadi 482,2 ton di Bulan Juli. Peningkatan ini juga diiringi oleh peningkatan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Juni 2021, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, sebesar 153,4 ton (64%) ikan tuna berukuran diatas 20 kg didaratkan. Sementara pada Bulan Juli 2021, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, 342,6  ton (87%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg. Peningkatan ini disebabkan karena kapal penangkap ikan beralih untuk menangkap ikan tuna sirip kuning dan albakor karena tingginya permintaan untuk daging ikan tuna segar, maupun olahan seperti fillet dan tuna kaleng belakangan ini..

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa secara garis besar terjadi penurunan pada volume produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami penurunan produksi sebesar 60%, dimana pada Bulan Juni angka produksi ikan cakalang sebesar 585,69 ton menjadi 236,89 ton di Bulan Juli. Sementara ikan tongkol, yang pada Bulan Juni didaratkan sebesar 281,97 ton mengalami penurunan sebesar 67% menjadi 92,32 ton di Bulan Juli. penurunan tertinggi dapat diamati dari produksi ikan layang, dimana pada Bulan Juni didaratkan sebesar 111,19  ton, kini di Bulan Juli ikan layang hanya didaratkan sebesar 3,29 ton atau terjadi penurunan sekitar 97%. Ikan lemuru yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 40,24 ton di Bulan Juni, kini mengalami penurunan produksi sebesar 67% menjadi 13,37 ton di Bulan Juli. Sementara ikan lemadang mengalami penurunan sebesar 48%, dari angka 1,57 ton di Bulan Juni menjadi 0,81 ton di Bulan Juli.

DIbalik penurunan angka produksi pada beberapa jenis ikan yang terjadi, terdapat peningkatan volume produksi pada beberapa jenis ikan. ikan alabakor mengalami peningkatan sebesar 61% dari angka264,8 ton di Bulan Juni menjadi 427,36 ton di Bulan Juli. Ikan marlin mengalami peningkatan sebesar  13% dari angka 15,01 ton di Bulan Juni menjadi 17,01 ton di Bulan Juli. Ikan tuna mata besar mengalami peningkatan sebesar 75% dari angka 5,29 ton di Bulan Juni menjadi 87,78 ton di Bulan Juli.